“Kalau kau merasa tidak adil, ya sana main sama cowok lain juga.” “Sampai kita menikah, aku tidak peduli kamu ngapain dan sama siapa.” Tunanganku, yang ketahuan tidur dengan perempuan lain, mengatakan itu dengan begitu percaya diri. Tapi aku… tak punya keberanian untuk meninggalkannya atau punya hak untuk menolak pernikahan ini. Saat harga diriku jatuh ke titik terendah, wajah seorang pria muncul dalam benakku. “Aku tertarik dengan Baek Eunchae. Atau… mungkin lebih tepatnya, aku terangsang karenamu?” Tae Gangheon, CEO Taeseong Department Store. Pria yang pernah dengan terang-terangan mengungkapkan hasratnya padaku. Dan pada akhirnya, di malam yang diguyur hujan deras, aku menemuinya — dengan niat menghancurkan diriku sendiri. “Katanya Anda bergairah saat melihat saya… dan ingin tidur dengan saya, benar begitu?” “Kalau begitu, ayo kita lakukan.” Senyum samar muncul di wajah pria itu. “Tapi sekali kita mulai… aku tidak bisa berhenti di tengah jalan.”
On an Unkind Night
A Night Without Tenderness, A Night Without Warmth, Malam Tanpa Kehangatan, Nuit Blanche, Vào Một Đêm Không Dịu Dàng, Đêm Không Dịu Dàng, Ночь без тепла, คืนรักร้าย, 無法自拔的夜晚, 다정치 못한 밤에
46
46
?
Baca
Bookmark
Ongoing

Comment
What do you think?
Lanjut min lagi seru’ nya nih