Di rumah besar bertingkat tiga milik keluarga Ham tinggal tiga tuan muda dan Jua, pelayan yang melayani mereka.
“Ahhn…! Pelan-pelan… kumohon, pelan-pelan saja….”
Saat masih kecil, Jua datang dari panti asuhan ke keluarga Ham. Seiring bertambahnya usia—pinggangnya semakin ramping, payudaranya mulai tumbuh, dan area kemaluannya semakin berisi—kedua saudara laki-lakinya mulai tergila-gila padanya.
“Jua sayangku, apakah kamu tidak penasaran seperti apa rupa vaginamu saat kamu mengeluarkan cairan?”
“Seberapa lama kamu melakukannya dengan kakak laki-lakiku? Apakah seharian penuh?”
“Jua noona… vagina kamu cantik sekali.”
Namun jika seseorang bertanya padanya apakah dia tidak suka menghabiskan waktu bersama mereka, jawabannya tentu saja tidak. Meskipun tubuhnya lelah, Jua juga ingin bersama mereka—jika memungkinkan, untuk sisa hidupnya.

Comment
What do you think?